Talempong Batu Talang Anau
Talempong merupakan salah satu alat musik yang berasal dari Minangkabau yang bentuknya seperti gamelan dan terbuat dari kuningan. Tapi talempong yang ada di Talang Anau Suliki merupakan talempong yang terbuat dari batu yang cukup besar dan berjumlah 6 buah. Karena itu, batu ini di sebut dengan Batu Talempong Talang Anau.
Legenda atau asal usul talempong anau konon banyak terdapat di bukit Padang Aro dan kemudian dipindahkan oleh seseorang yang bernama Syamsudin. Awalnya ia bermimpi didatangi oleh orang tuanya agar mengumpulkan batu-batu tersebut ke dekat tumbuhnya serumpun tumbuhnya bambu yang dinamai talang, dan juga di tempat itu tumbuh pohon anau. Namun yang anehnya dan juga yang menjadi nilai magis disini adalah, Syamsudin memindahkan batu-batu tersebut konon hanya dengan menggunakan ikatan (jalinan) lidi dari kelapa hijau, dimana batu-batu besar tersebut di giring kurang lebih sejauh 1km. Dan setelah mengumpulkan batu-batu tersebut, Syamsudin mulai bertingkah aneh. Oleh karena sering menghilang, Syamsudin diberikan gelar oleh penduduk setempat dengan gelar Syamsudin Tuanku nan Hilang.
Setelah Syamsudin menghilang, tiba-tiba beliau muncul dengan meninggalkan pesan kepada penduduk setempat agar menjaga batu-batu tersebut dengan baik, dan apabila ingin memukul atau membunyikan batu tersebut harus meminta izin dengan membakar kemenyan putih. Meskipun jika tidak diasapi dengan kemenyan putih batu tersebut tetap dapat berbunyi, namun tidak akan mengeluarkan bunyi yang nyaring, atau hanya berbunyi layaknya seperti batu biasa yang dipukul. Dan kabarnya, jika daerah tersebut akan ditimpa bencana, maka Talempong Batu Talang Anau tersebut akan mengeluarkan bunyi yang menderum ataupun suara-suara aneh lainnya.